Rabu, 24 Januari 2024

Pohon Jati Tumbang, Senkom dan Warga Bahu-membahu Bersihkan Dapur Rumah yang Terkena Dampak


Karanganyar - Hujan deras disertai angin kencang pada Rabu, 24 Januari 2024, menyisakan kepedihan bagi keluarga Aris Sukamto di dusun Salaman RT 019 RW 009 Jatikuwung, Jatipuro, Karanganyar. Pasalnya, pohon jati yang berdiri kokoh di dekat rumahnya roboh dan menimpa dapur rumah.


Mendapat laporan dari warga, Anggota Senkom Mitra Polri Kecamatan Jatipuro, Aris Sukamto, segera bergerak ke lokasi kejadian. Pohon jati yang tumbang tersebut menimpa dapur rumah milik Aris Sukamto, mengundang perhatian Sularno Jamaludin, Anggota Senkom Rescue, yang tak segan menyusul semboyannya, 'Siaga Saat Aman Ada Saat Dibutuhkan.' 


Bersama Kepala Desa Jatikuwung, Bambang Eko Supriyanto, serta dibantu oleh warga masyarakat, Senkom dan masyarakat setempat dengan penuh semangat bergotong-royong membersihkan reruntuhan ranting pohon jati yang merusak dapur tersebut.


Kepala Desa Jatikuwung, Bambang Eko Supriyanto, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang turut serta membantu. Kerja sama yang baik antara Senkom, warga, dan pemerintah desa berhasil dengan cepat mengatasi permasalahan ini.


"Alhamdulillah, dengan kerjasama yang baik, pohon jati yang tumbang berhasil segera disingkirkan dari dapur rumah milik Mas Aris Sukamto. Ini menjadi contoh bahwa gotong-royong masyarakat dan sinergi dengan Senkom dapat memberikan solusi yang cepat dan efektif," ungkap Bambang Eko Supriyanto.


Tak hanya itu, Bambang Eko Supriyanto juga mengingatkan warga untuk lebih waspada terhadap angin kencang. Pohon-pohon keras yang tumbuh di sekitar rumah sebaiknya ditebang untuk mencegah potensi bahaya yang dapat membahayakan warga.


Zainal Abidin, S.Kom., Wakil Ketua Senkom Karanganyar, menambahkan bahwa Senkom selalu siap memberikan bantuan dan dukungan di saat-saat darurat seperti ini. Keberhasilan penanganan cepat kali ini juga berkat karakter dekat antara anggota Senkom dan masyarakat setempat.


Dengan tidak adanya korban jiwa dan kerugian materi yang dapat diminimalkan, kejadian ini menjadi momentum bagi warga setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan gotong-royong dalam menjaga lingkungan sekitar. (Ghoni)